Pertanian di Masa mendatang

/
0 Comments
Sejak zaman dahulu manusia selalu tertarik untuk mengetahui kehidupan yang akan dating. Berbagai macam usaha dilaksanakan oleh manusia untuk mewujudkan keinginan mengetahui nasib dan kehidupan dimasa mendatang. Pengetahuan terhadap masa depan menjadi penting bagi manusia, karena sifat keingintahuan akan perubahan yang akan terjadi. Adaptasi untuk mengatasi berbagai macam perubahan di masa depan juga diperlukan dalam bidang pertanian. Bidang pertanian telah banyak berubah seiring dengan perubahan teknologi yang telah terjadi. Semenjak penggunaan teknologi yang baik pada bidang pertanian membuat pertanian semakin maju. Penemuan benih-benih seperti IR, Membramo dll merupakan hasil rekayasa teknologi yang merupakan jawaban bidang pertanian atas tuntutan perubahan zaman. Pertanian modern juga telah menolak teori terkemuka dari Malthus yang menyatakan bahwa manusia akan bertambah sesuai deret ukur. Malthus saat itu melupakan factor teknologi yang ternyata membuat pertanian sampai saat ini masih mampu untuk menyediakana tidak hanya bahan pangan tetapi juga raw material untuk sektor industry.


                Sebagai salah satu dari hasil peradaban manusia, pertanian juga mengalami banyak perubahan. Di awali dengan munculnya teknik bercocok tanam dari lading berpindah, ditemukannya irigasi hingga saat ini ditemukannya bibit dengan hasil teknologi rekayasa genetika. Saat ini sudah banyak bermunculan riset mengenai bioteknologi terutama untuk menghasilkan benih genetically modified organism (GMO). GMO merupakan salah satu terobosan dalam bidang sains untuk bidang pertanian. Teknologi GMO tidak hanya dapat menghasilkan tanaman yang lebih tinggi produktivitasnya namun juga kebal terhadap hama penyakit, memiliki rasa yang dapat dimodifikasikan, dll. Walaupun sampai saat ini masih banyak perdebatan panjang mengenai teknologi ini, namun ke depannya teknologi GMO akan semakin berkembang. Teknologi bio dalam hal cloning juga akan semakin berkembang. Hal ini menjadikan dunia perternakan menjadi berevolusi menggunakan teknologi tersebut. Petani/peternak di masa yang akan datang, tidak harus mengembangkan hewan piaraannya dengan cara konvensional seperti saat ini. Peternak dapat menghasilkan ternak maupun produk turunannya seperti susu dengan baik dan berkualitas  seragam karena pemakaian teknologi cloning tersebut. Pertanian dimasa mendatang juga akan disulitkan dengan adanya penyusutan lahan dari pertanian akibat konversi lahan dari pertanian ke non pertanian. Konversi lahan adalah suatu hal yang tak dapat dihindarkan. Oleh sebab itu, di masa yang akan datang akan muncul teknik pertanian dengan cara vertical dengan menggunakan semacam gedung-gedung layaknya gedung bertingkat. Suatu saat lahan pertanian akan dibangun ke atas dan mengingatkan manusia kan taman-taman bergantung seperti yang ada di babylonia. Penggunaan konsep pertanian secara vertical merupakan konsekuensi logis akan adanya pertambahan penuduk yang semakin menyita lahan pertanian.
                Dimasa depanm pertanian juga akan berkembang menggunakan teknologi informasi. Informasi mengenai cuaca dan iklim serta harga pasar dapat diterima petani secara real time dirumah maupun dilahan pertanian secara langsung. Instansi pemerintah dapat langsung mengirim informasi tentang kondisi dan pantauan panen disetiap daerah, kegagalan panen, iklim, arus barang melalui pantauan satelit dan hasilnya langsung dapat diterima oleh petani dirumah

                Mentri pertanian suswono menyatakan ada  lime tantangan besar sektor pertanian di masa mendatang dan membutuhkan penanganan. Pertama, tantangan untuk meningkatkan pendapatan petani yang sebagian besar memiliki lahan dibawah 0,5 hektar per kapita. Kedua, terkait tantangan agronomis untuk meningkatkan produksi pangan dan komoditas pertanian. Ketiga, tantangan demografis untuk memenuhi kebutuhan konsumen atau penduduk yang terus tumbuh. Keempat, tantangan untuk memfasilitasi proses transformasi perekonomian nasional dari berbasis fosil ke bioekonomi. Terakhir, tantangan untuk mewujudkan pertanian berkelanjutan dalam konteks perubahan iklim global. Solusi untuk kelima tantangan tersebut, menurut suswono, perlu adanya desain konsep holistic dan integral. Untuk itu, perlu dukungan regulasi dan kebijakan public, alokasi anggaran yang memadai, sumber daya manusia dan kelembagaan yang berkualitas serta inovasi teknologi.


You may also like

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.

Categories

Text Widget

Cari Blog Ini

Popular Posts

Pages

followers